Senin, 27 Januari 2014

contoh diagnosa keperawatan

2)   20 contoh diagnosa keperawatan
no
diagonosa medis
diagnosa keperawatan
1.
Penyakit paru obstruksi menahun-PPOM
(Emfisema Bronkritis)
1)      Ketidakefektifan bersihan jalan nafas yang berhubungan dengan sekresi berlebihan 
2)      Risiko terhadap nutrisi  kurang dari kebutuhan tubuh yang berhubungan dengan anoreksida sekunder dispena dan keletihan
2.
Emboli pulmonal
3)      Risiko terhadap kerusakan integritas kulit yang b.d imobilitas
4)      Risiko terhadap ketidakefektifan penatapelaksanaan program terapeutik yang berhubungan  dengan ketidakcukupan pengetahuan tentang antikoagulan
3.
Hepatitis
5)      Keletihan yang b.d kelemahan sekunder akibat pengurangan energi metabolisme oleh hepar
6)      Risiko terhadap kekurangan volume cairan
7)      Risiko terhadap penularan infeksi
8)      Perubahan kenyamanan yang berhubungan dengan akumulasi pigmen bilirubin
9)      Risiko terhadap cedera yang b.d pengurangan sintesis protrombin
4.
pankreatitis
10)  Risiko terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yang b.d anoreksia,muntah dan kerusakan pencernaan
11)  Risiko terhadap kekurangan volume cairan yang b.d penurunan masukan sekunder  akibat mual dan muntah
12)  Ketidakefektifan menyangkal yang b.d pengakuan ketergantungan dan penyalahgunaan alcohol
5.
Penyakit radang usus
13)   Nyeri kronik yang b.d proses radang usus
14)  Diare yang berhubungan dengan proses radang usus
15)  Risiko terhadap kerusakan intergritas kulit yang b.d diare dan iritan kimia
16)  Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang b.d pembatasan diet,mual, dan kram
6.
Tumor otak
17)  Risiko terhadap cedera yang b.d gangguan dalam cara berjalan,vertigo, dan gangguan penglihatan, sekunder akibat kompresi
18)  Ansietas yang b.d dengan implikasi kondisi dan ketidakpastikan masa yang akan dating
19)  Kerusakan mobilitas fisik yang b.d dengan kerusakan sensorik-motorik
20)  Perubahan kenyamanan : sakit kepala yang b.d dengan kompresi/ perubahan  tempat jaringan otak
7.
Meningitis/ensefasilitis
21)  Risiko terhadap penularan infeksi yang b.d sifat dapat menular
22)  Perubahan kenyamanan yang b.d dengan sakit kepala, demam, nyeri leher sekunder akibat iritasi meningeal
23)  Risiko terhadap kerusakan integritas kulit yang b.d imobilitas,dehidrasi, dan dioforesis

8.
Ansietas/ phobia sekolah
24)  Ansietas yang b.d dengan perubahan harga diri, perubahan pada lingkungan, takut perpisahan, dan respons negatif
25)  Koping individual tidak efektif yang b.d ketidakdekuatan keterampilan pemecahan masalah dan menyangkal masalah

26)  Gangguan harga diri yang b.d respons negatif teman sebaya, defisit mental yang dirasakan, dan harapan yang tidak realitis dalam penampilan
9.
Trauma kranioserebral
27)  Nyeri akut yang b.d kompresi/perubahan posisi jaringan serebral
28)  Risiko terhadap cedera yang b.d gerakan tonik/ klonik tak terkontrol selama epidose kejang



10.
Fibrosis kistik
29)  Ketidakefektifan bersihan jalan napas yang b.d sekresi mukoporulen
30)  Risiko terhadap perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh yang b.d peningkatan kebutuhan kalori dan protein sekunder akibat kerusakan penyerapan usus,kehilangan lemak, dan vitamin yang larut dalam lemak bersama feses


Tidak ada komentar:

Posting Komentar